Perkiraan waktu membaca: 5 menit
Daftar isi

Apa itu Retardasi Pertumbuhan?
Pertumbuhan adalah proses yang kompleks namun diatur dengan sangat cermat. Kucing atau anjing harus mencapai potensi pertumbuhan tertentu berdasarkan susunan genetik (genotipe) mereka. Proses ini diatur oleh berbagai hormon, dan agar proses pertumbuhan berjalan lancar, kucing atau anjing harus mengonsumsi kalori dan nutrisi yang cukup. Nutrisi ini harus dicerna, diserap, diangkut ke jaringan yang diperlukan, dan digunakan untuk pemeliharaan metabolisme dan pertumbuhan. Ketika satu atau lebih tahapan ini terganggu, retardasi pertumbuhan dapat terjadi.
Keterbelakangan pertumbuhanHal ini didefinisikan sebagai kegagalan kucing/anjing untuk tumbuh pada tingkat yang diharapkan atau mencapai ukuran normal.
Apa penyebab terhambatnya pertumbuhan?
Keterbelakangan pertumbuhan adalah Itu bukan penyakit, tetapi gejala.Oleh karena itu, terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1. Faktor genetik:
• Penentu utama pertumbuhan adalah susunan genetik. Beberapa hewan mungkin tidak mencapai ukuran tertentu karena karakteristik genetiknya.
2. Kekurangan Nutrisi:
• Asupan kalori dan nutrisi yang tidak memadai menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.
• Tidak cukup makan (jumlah makanan sedikit) atau diet dengan nilai gizi rendah (makanan berkualitas buruk) dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.
• Makanan yang tidak memadai mungkin tidak dikonsumsi karena akses terbatas ke mangkuk makanan atau persaingan di lingkungan di mana terdapat lebih dari satu kucing/anjing.
3. Gangguan Pencernaan dan Penyerapan:
• Penyerapan nutrisi yang tidak memadai dari usus menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.
• Parasit usus (cacing), terutama umum terjadi pada anak kucing dan anjing dan dapat mengganggu penyerapan nutrisi.
• Gangguan sistem gastrointestinal, penyakit lambung dan usus atau masalah pankreas Hal ini dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.
• Pemeriksaan feses Dengan melakukan hal ini, keberadaan parasit atau gangguan pencernaan dapat dideteksi.
4. Ketidakteraturan Hormon:
• Kekurangan hormon pertumbuhan: Secara langsung mempengaruhi pertumbuhan.
• Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid)Hormon tiroid mengatur pertumbuhan dan metabolisme.
• diabetesKadar gula darah yang tidak teratur dapat memengaruhi metabolisme dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan.
• Kegagalan kelenjar adrenal (penyakit Addison): Kekurangan hormon adrenal dapat mempengaruhi pertumbuhan.
5. Penyakit Organ:
• Penyakit Jantung, Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga mengonsumsi lebih banyak energi. Akibatnya, energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pun tidak mencukupi.
• Penyakit hati dan ginjal, dapat memengaruhi pertumbuhan dengan mengganggu fungsi normal metabolisme.
• Insufisiensi Pankreas (Insufisiensi Pankreas Eksokrin, EPI)Pankreas berperan penting dalam mencerna makanan. Jika organ ini tidak berfungsi dengan baik, makanan tidak dapat dicerna dengan baik, yang mengakibatkan pertumbuhan terhambat.
6. Penyakit Metabolik dan Infeksi:
• Infeksi kronis (infeksi bakteri, virus atau jamur) memperlambat metabolisme dan memengaruhi proses pertumbuhan.
• kanker Veya penyakit autoimun Ini mengganggu metabolisme dan mengalihkan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ke area lain.
7. Penyakit Bawaan dan Keturunan:
• Beberapa hewan mungkin mengalami retardasi pertumbuhan akibat penyakit genetik bawaan. Pengujian genetik dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini.
Bagaimana Kegagalan Pertumbuhan Didiagnosis?
Dokter hewan mengikuti langkah-langkah berikut untuk menentukan penyebab kegagalan pertumbuhan:
1. Mengambil Riwayat Medis:
• Informasi dikumpulkan tentang kebiasaan makan, jenis makanan yang dikonsumsi, frekuensi makan dan kondisi lingkungan tempat hewan tersebut berada.
• Gejala tambahan (muntah, diare, kehilangan nafsu makan, dll.) ditanyakan.
2. Pemeriksaan Fisik:
• Suhu tubuh hewan, penurunan berat badan, massa otot dan kondisi tubuh hewan dievaluasi.
• jantung, hati, ginjal dan usus diperiksa dengan cermat.
3. Tes Laboratorium:
• Tes Darah (CBC): Mendeteksi adanya anemia, peradangan, infeksi dan parasit.
• Panel Biokimia:Mengevaluasi fungsi hati, ginjal, dan pankreas.
• Urinalisis:Adanya kelebihan protein atau gula dalam urin dapat mengindikasikan gejala penyakit ginjal atau diabetes.
• Pemeriksaan Tinja: Terdeteksinya keberadaan parasit, gangguan pencernaan dan masalah penyerapan usus.
• Tes HormonTes darah dilakukan untuk mengukur hormon pertumbuhan, hormon tiroid (T4), hormon perangsang tiroid (TSH), dan hormon korteks adrenal (ACTH).
• Tes TLI (Imunoreaktivitas Seperti Tripsin): Mendeteksi insufisiensi pankreas (EPI).
• Tes Kobalamin dan Folat: Menentukan penyebab masalah pencernaan dan penyerapan.
4. Tes Pencitraan:
• Sinar X: Mendeteksi kelainan bawaan pada tulang.
• USG: jantungmengungkap perubahan struktural pada hati, ginjal, pankreas dan usus.
5. Tes Genetik:
• Analisis DNA dilakukan untuk mendeteksi penyakit keturunan.
Bagaimana Gangguan Pertumbuhan Diobati?
Penanganan untuk gagal tumbuh bervariasi tergantung penyebabnya. Setiap pasien dievaluasi secara individual, dan penanganannya direncanakan sesuai dengan penyebabnya. Beberapa pendekatan yang diikuti dalam penanganan kegagalan pertumbuhan adalah:
• Dukungan NutrisiDalam kasus malnutrisi dan pola makan berkualitas rendah, jenis makanan dan kandungan nutrisinya diubah. Asupan kalori dan nutrisi ditingkatkan.
• Pengobatan ParasitParasit usus diobati dengan obat antiparasit.
• Pengobatan Gangguan HormonKekurangan hormon tiroid diperbaiki dengan terapi penggantian hormon tiroid.
• Pengobatan Penyakit Organ: jantung, penyakit hati, ginjal dan pankreas, terapi obat (aplikasi intervensional, seperti pada penyakit jantung bawaan) dan dikontrol dengan perawatan suportif.
• Pengobatan InfeksiInfeksi bakteri dan virus diobati dengan antibiotik atau obat antivirus.
• Kelainan Bawaan dan GenetikPenyakit genetik sulit diobati, tetapi pertumbuhan dapat ditingkatkan dengan pengobatan simtomatik.
Gagal tumbuh bukanlah penyakit tunggal; melainkan gejala dari berbagai kondisi. Jika Anda melihat kucing atau anjing Anda tidak tumbuh dengan kecepatan normal, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Diagnosis dini dan perawatan yang tepat dapat mencegah gagal tumbuh dan membantu hewan peliharaan Anda hidup sehat.
Artikel Lain yang Mungkin Anda Minati
“Ilmu pengetahuan hari ini adalah teknologi masa depan.”
Edward Teller